Renungan
Renungan Kasih (98) PDF
Jumat, 11 September 2009 07:58

Pelayanan

Tidak ada sadhana (latihan spiritual) yang lebih mulia daripada melakukan pelayanan. Pelayanan adalah cara terbaik untuk mencapai rahmat Tuhan. Tanpa menjadi Bhakta yang baik, engkau tidak bisa menjadi pemimpin. Jika engkau tidak bersedia melakukan suatu pekerjaan dengan baik, maka engkau tidak akan mendapatkan keilahian. Setiap orang harus menyadari kebenaran ini. Melayani masyarakat merupakan kebajikan tertinggi. Hanya dengan kebenaran, kebajikan, kedamaian, cinta kasih, dan tanpa kekerasanlah yang dapat memberi kebahagiaan tertinggi. Kelima prinsip ini selalu menopang kehidupan. Dalam keadaan apapun kelima prinsip ini haruslah dilaksanakan. Pelayanan pada masyarakat yang dilandasi oleh kelima prinsip tersebut akan memberikan kesejahteraan bagi semua

bb

 
Renungan Kasih (97) PDF
Kamis, 10 September 2009 04:24

Kebenaran dan Kebajikan

Hakekat kasih ada di dalam diri setiap makhluk. Jika orang-orang mengembangkan kasih, maka tidak akan ada perselisihan di dunia ini. Maka dari itu, engkau harus mengembangkan kasih. Jangan pernah bersandar pada ketidakbenaran dalam keadaan apapun. Jika engkau mengikuti jalan ketidakbenaran, engkau tidak akan dapat mengembangkan kasih. Maka dari itu setialah selalu pada jalan kebenaran. Kembangkanlah kasih sepanjang waktu. Engkau bisa mengembangkan kasih hanya dengan mengikuti kebenaran dan kebajikan. Kedua sifat ini sangatlah penting dan mendasar bagi setiap orang. Inilah intisari dari semua upanishads (kitab-kitab suci).

- Divine Discourse, June 4, 2009

See your reflection in all beings.

Lihatlah pantulan dirimu dalam diri setiap makhluk

 
Renungan Kasih (96) PDF
Kamis, 10 September 2009 04:12

Meditasi

Genggamlah busur senjata agung yang disediakan oleh Upanishads, pertajamlah anak panahnya dengan meditasi. Bayangkan dengan pikiran terpusat pada Brahman (Tuhan) dan  capailah sasaran tersebut, yaitu Brahman yang abadi tanpa kehilangan tujuan. Pranava (suara ‘Om’) adalah busurnya, Atma (jiwa) adalah anak panahnya, Brahman adalah sasarannya.  Jadi, Sadhaka (pencari spiritual) harus seperti pemanah ahli, tidak terpengaruh oleh berbagai hal yang mengganggu pikiran. Sadhaka seharusnya mengarahkan perhatiannya pada sasaran. Selanjutnya, dia akan mencapai kesatuan dengan objek meditasi.

bb

 
Renungan Kasih (95) PDF
Kamis, 10 September 2009 02:01

Moralitas

Tidaklah diharapkan untuk terlalu menginginkan uang dan keuntungan duniawi yang sementara. Engkau tidak akan pernah bisa menentukan kapan uang itu akan datang dan kapan perginya. Uang itu memiliki bentuk fisik dan itulah sebabnya mengapa ia datang dan pergi. Namun moralitas tidaklah memiliki bentuk. Engkau harus terus mengembangkan moralitas demi kemajuan masyarakat dan kesejahteraan dunia. Engkau harus memiliki keyakinan yang kokoh pada Tuhan. Ia yang memiliki keyakinan pada Tuhan tidak akan menerima perlakuan yang tidak adil dan tidak pantas.

- Divine Discourse, 6 July 2009

God is the indweller of all beings. Love All and Serve All

Tuhan bersemayam di dalam diri setiap makhluk. Kasihi Semua dan Layani Semua

 
Renungan Kasih (94) PDF
Kamis, 10 September 2009 01:38

Nafas Kehidupan

Manusia melupakan sifat sejatinya karena kemelekatan dan egoismenya. Manusia seharusnya mengembangkan keyakinan yang tak tergoyahkan pada Tuhan. Keyakinan seharusnya seperti nafas kehidupan, yang berlangsung sepanjang waktu tanpa henti. Bernafas berlangsung terus tanpa tergantung dengan pekerjaan apapun yang engkau lakukan atau apapun keadaan pikiranmu. Demikian juga, dalam segala situasi dan setiap saat, keyakinanmu pada Tuhan seharusnya tidak pernah meninggalkanmu. Hal tersebut seharusnya tidak boleh berubah, apakah keinginanmu terpenuhi atau tidak. Seperti nafas kehidupanmu, keyakinanmu harus tetap stabil, melalui suka dan duka, kehilangan dan keberuntungan, penderitaan dan kesenangan. Perlakukanlah apa pun yang terjadi yang terbaik untukmu. Kembangkanlah ketabahan hati

bb

 
« MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir »

Halaman 1 dari 20