Mengucapkan:

 

SELAMAT HARI RAYA SARASWATI

DAN SELAMAT MENYAMBUT HARI RAYA NYEPI

Rantai Kebaikan PDF
Selasa, 11 Agustus 2009 07:00

 Rantai Kebaikan

Pada suatu hari seorang pria melihat seorang wanita lanjut usia sedang berdiri kebingungan di pinggir jalan. Meskipun hari agak gelap, pria itu dapat melihat bahwa sang nyonya sedang membutuhkan pertolongan. Maka pria itu menghentikan mobilnya di depan mobil Benz wanita itu dan keluar menghampirinya. Mobil Pontiac-nya masih menyala ketika pria itu mendekati sang nyonya.

Meskipun pria itu tersenyum, wanita itu masih ketakutan. Tak ada seorangpun berhenti menolongnya selama beberapa jam ini. Apakah pria ini akan melukainya? Pria itu kelihatan tak baik. Ia kelihatan miskin dan kelaparan.

Sang pria dapat melihat bahwa wanita itu ketakutan, sementara berdiri di Sana kedinginan. Ia mengetahui bagaimana perasaan wanita itu. Ketakutan itu membuat sang nyonya tambah kedinginan. Kata pria itu, “Saya di sini untuk menolong anda, Nyonya. Masuk ke dalam mobil saja supaya anda merasa hangat! Ngomong-ngomong, nama saya Bryan Anderson.”

Wah, sebenarn ya ia hanya mengalami ban kempes, namun bagi wanita lanjut seperti dia, kejadian itu cukup buruk. Bryan merangkak ke bawah bagian sedan, mencari tempat untuk memasang dongkrak. Selama mendongkrak itu beberapa kali jari-jarinya membentur tanah. Segera ia dapat mengganti ban itu. Namun akibatnya ia jadi kotor dan tangannya terluka.
Ketika pria itu mengencangkan baut-baut roda ban, wanita itu menurunkan kaca mobilnya dan mencoba ngobrol dengan pria itu. Ia mengatakan kepada pria itu bahwa ia berasal dari St. Louis dan hanya sedang lewat di jalan ini. Ia sangat berutang budi atas pertolongan pria itu.
Bryan hanya tersenyum ketika ia menutup bagasi mobil wanita itu. Sang nyonya menanyakan berapa yang harus ia bayar sebagai ungkapan terima kasihnya. Berapapun ju mlahnya tidak menjadi masalah bagi wanita kaya itu. Ia sudah membayangkan semua hal mengerikan yang mungkin terjadi seandainya pria itu tak menolongnya.

Bryan tak pernah berpikir untuk mendapat bayaran. Ia menolong orang lain tanpa pamrih. Ia biasa menolong orang yang dalam kesulitan, dan Tuhan mengetahui bahwa banyak orang telah menolong dirinya pada waktu yang lalu. Ia biasa menjalani kehidupan seperti itu, dan idak pernah ia berbuat hal sebaliknya.

Pria itu mengatakan kepada sang nyonya bahwa seandainya ia ingin membalas kebaikannya, pada waktu berikutnya wanita itu melihat seseorang yang memerlukan bantuan, ia dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada orang itu, dan Bryan menambahkan, “Dan ingatlah kepada saya.”

Bryan menunggu sampai wanita itu menyalakan mobilnya dan berlalu. Hari itu dingin dan membuat orang depresi, namun pria itu merasa nyaman ketika ia pulang ke rumah, menembus kegelapan senja.
Beberapa kilometer dari tempat itu sang nyonya melihat sebuah kafe kecil. Ia turun dari mobilnya untuk sekedar mencari makanan kecil, dan menghangatkan badan sebelum pulang ke rumah. Restoran itu nampak agak kotor. Di luar kafe itu ada dua pompa bensin yang sudah tua. Pemandangan di sekitar tempat itu sangat asing baginya.
Sang pelayan mendatangi wanita itu dan membawakan handuk bersih untuk mengelap rambut wanita itu yang basah. Pelayan itu tersenyum manis meskipun ia tak dapat menyembunyikan kelelahannya berdiri sepanjang hari. Sang nyonya melihat bahwa pelayan wanita itu sedang hamil hampir delapan bulan, namun pelayan itu tak membiarkan keadaan dirinya mempengaruhi sikap pelayanannya kepada para pelanggan restoran. Wanita lanjut itu heran bagaimana pelayan yang tidak punya apa-apa ini dapat memberikan suatu pelayanan yang baik kepada orang asing seperti dirinya. Dan wanita lanjut itu ingat kepada
Bryan.
Setelah wanita itu menyelesaikan makanannya, ia membayar dengan uang kertas $100. Pelayan wanita itu dengan cepat pergi untuk memberi uang kembalian kepada wanita itu. Ketika kembali ke mejanya, sayang sekali wanita itu sudah pergi. Pelayan itu bingung kemana perginya wanita itu. Kemudian ia melihat sesuatu tertulis pada lap di meja itu.

Ada butiran air mata ketika pelayan itu membaca apa yang ditulis wanita itu: “Engkau tidak berutang apa-apa kepada saya. Saya juga pernah ditolong orang. Seseorang yang telah menolong saya, berbuat hal yang sama seperti yang saya lakukan. Jika engkau ingin membalas kebaikan saya, inilah yang harus engkau lakukan: ‘Jangan biarkan rantai kasih ini berhenti padamu.’ Di bawah lap itu terdapat empat lembar uang kertas $ 100 lagi.

Wah, masih ada meja-meja yang harus dibersihkan, toples gula yang harus diisi, dan orang-orang yang harus dilayani, namun pelayan itu memutuskan untuk melakukannya esok hari saja. Malam itu ketika ia pulang ke rumah dan setelah semuanya beres ia naik ke ranjang. Ia memikirkan tentang uang itu dan apa yang telah ditulis oleh wanita itu. Bagaimana wanita baik hati itu tahu tentang berapa jumlah uang yang ia dan suaminya butuhkan? Dengan ke lahiran bayinya bulan depan, sangat sulit mendapatkan uang yang cukup.
Ia tahu betapa suaminya kuatir tentang keadaan mereka, dan ketika suaminya sudah tertidur di sampingnya, pelayan wanita itu memberikan ciuman lembut dan berbisik lembut dan pelan, “Segalanya akan beres. Aku mengasihimu, Bryan Anderson!”
Ada pepatah lama yang berkata, “Berilah maka engkau diberi.” Hari ini saya mengirimkan kisah menyentuh ini dan saya harapkan anda meneruskannya. Biarkan terang kehidupan kita bersinar. Jangan hapus ki sah ini, jangan biarkan saja!

Kirimkan kepada teman-teman anda! Teman baik itu seperti bintang-bintang di langit. Anda tidak selalu dapat melihatnya, namun anda tahu mereka selalu ada. Tuhan memberkati anda!

Sumber : Dari Seorang Sahabat.....

 
Aneka Geguritan PDF
Rabu, 05 Agustus 2009 04:54

ANEKA GEGURITAN

KIDUNG DEWA YADNYA

Kawitan Warga Sari - Pendahuluan sembahyang

Purwakaning angripta rumning wana ukir.
Kahadang labuh. Kartika penedenging sari.
Angayon tangguli ketur. Angringring jangga mure.

Sukania harja winangun winarne sari.
Rumrumning puspa priyaka, ingoling tangi.
Sampun ing riris sumar. Umungguing srengganing rejeng

Selanjutnya...
 
Banjar Samatra PDF
Selasa, 04 Agustus 2009 07:10

Banjar samatra

Secara struktural Banjar merupakan bagian dari sebuah desa pekraman yang dipimpin oleh seorang Kelihan Banjar ( pemimpin banjar ), penyarikan ( juru tulis ), kasinoman ( juru arah ) dan dilevel paling bawah ada krama banjar

Walaupun secara organisatoris Krama Banjar berada dilevel paling bawah namun secara peran justru keputusan tertinggi ada ditangan para krama, dalam setiap sangkepan ( rapat ) yang diadakan biasanya keputusan diambil dari kesepakatan bersama antara anggota banjar dalam hal ini Kelihan hanya bertugas memimpin sangkepan ( pauman ) dan kemudian melaksanakan hasilnya

Keputusan dari hasil sangkepan ini biasanya kemudian dituangkan dalam bentuk awig-awig ( tertulis ataupun tidak tertulis ) yang memiliki hukum yang mutlak dan harus dilaksanakan oleh semua krama banjar tanpa kecuali.

Aturan ( awig-awig ) dalam sebuah desa adat ataupun Banjar biasanya jauh lebih ditaati ketimbang hukum yang berlaku secara nasional, karena hukuman terhadap pelanggaran awig-awig biasanya berbuntut pada kasepekan ( tidak diindahkan ) oleh krama banjar yang lain termasuk dalam setiap upacara adat yang dilaksanakan seperti upacara ngaben dan sebagainya

KEWAJIBAN KRAMA BANJAR

Setiap krama banjar wajib mentaati semua aturan yang disepakati sebagaimana yang tertuang dalam awig-awig dan simakrama

Setiap anggota banjar wajib menjaga nama baik banjarnya dan saling membantu sesama anggota banjar dengan bergotong royong

Setiap krama banjar diwajibkan untuk ikut terlibat dalam setiap kegiatan baik upacara adat maupun persembahyangan di pura dengan pembagian pengeluaran ( kenan-kenan ) yang adil dan dilaksanakan secara bergiliran

Setiap krama banjar yang absen dalam suatu kegiatan akan dikenakan dose ( denda ) berupa materi ataupun uang yang besarnya sesuai dengan kesepakatan yang diiambil pada saat sangkepan

HAK KRAMA BANJAR

Setiap krama banjar berhak menempati tanah desa yang biasanya terletak dalam satu kesatuan dengan krama banjar yang lain

Setiap krama banjar berhak dikremasi di setra ( kuburan ) setempat yang menjadi milik banjar

Setiap krama banjar berhak untuk mengeluarkan suara dalam setiap sangkepan banjar

Setiap Krama banjar berhak mendapatkan bantuan dari krama yang lain dalam setiap kegiatan upacara seperti menikah, potong gigi ataupun ngaben

Ada dua system yang dipakai dalam menentukan keanggotaan sebuah banjar yaitu

System karang Ayahan. System ini mendasarkan pada aturan bahwa tanah yang merupakan wilayah desa pekraman dimana krama banjar itu berada adalah berstatus tanah desa atau karang desa.

Dalam sistem ini semua krama yang menempati tanah ayahan desa diwajibkan untuk menjadi krama banjar adat dan dikenakan wajib ayahan dan wajib materi.

Wajib materi ini biasanya dipikul oleh seorang kepala keluarga yang idsebut dengan ayahan ngarep, jadi andaikan dalam sepetak tanah ayahan desa ada beberapa keluarga maka yang menjadi krama ngarep adalah kepala keluarga yang paling tua dalam susunan sebuah keluarga sedangkan keluarga yang lain disebut dengan roban

System mapakuren. Sistem ini tidak didasarkan pada aturan mennempati tanah ayahan desa, melainkan didasarkan atas orang yang sudah berkeluarga. Menurut sistem ini seorang pria yang sudah beristri diwajibkan untuk menjadi anggota banjar

Semua krama banjar baik dalm sistem 1 ataupun 2 dikenakan wajib ayahan dan papeson ( wajib materi ) kecuali para janda, orang yang belum berkeluarga dan sulinggih ( wiku ) tidak dikenakan ayahan desa ataupun papeson karena dalam kehidupan masyarakat Bali sulinggih dipandang sebagai orang suci dan patut dihormati

http://www.e-banjar.com/content/view/66/361/lang,en/

 
Artikel Lain...
« MulaiSebelumnya123456789BerikutnyaAkhir »

Halaman 4 dari 9

Photo Galery

Photo Galery

Photo Galery

Photo Galery

Photo Galery

Sedang Online

Kami memiliki 1 Tamu online

Jumlah Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini6
mod_vvisit_counterKemarin1
mod_vvisit_counterMinggu ini296
mod_vvisit_counterBulan ini161
mod_vvisit_counterSeluruhnya7497

ChatBox

Pesan Terbaru: 2 days, 4 hours ago