|
Ditulis oleh komangakg
|
|
Jumat, 28 Agustus 2009 21:18 |
|
Catatan : Cerpen ini terinspirasi oleh kisah sebuah desa Bali Aga di Kabupaten Karangasem yaitu Desa Tenganan. Cerpen ini pernah diterbitkan oeh buletin KMHD UNY yang dibagikan dalam acara Perayaan Nyepi di Candi Prambanan Yogyakarta. Cerpen ini dapat juga dibaca di web blog pribadi penulis komangakg.wordpress.com
 Cerpen : Pesan Dari Alam Oleh : Komang Agus Krisna Guna Di sebuah kampung pedalaman di kaki bukit, ada kisah yang mengalir bersama sungai, sejarah dan waktu. Ini adalah kisah lama yang selalu diceritakan oleh penduduk kampung dari generasi ke generasi. Mereka berharap setiap anak yang lahir mengetahui cerita ini, untuk kemudian memetik makna dan memperbaiki kisah mereka kini. Alkisah, di masa lalu beberapa kilometer ke dalam hutan dari batas kampung, terdapat sebuah bangunan rumah tua yang konon dihuni oleh seorang nenek. Tidak ada penduduk kampung yang mengetahui jelas keberadaan nenek tua itu. Dan, entah sejak kapan penduduk mulai menyebut nenek tua itu dengan nama dadong alas. |
|
Selanjutnya...
|
|
|
Ditulis oleh komangakg
|
|
Jumat, 28 Agustus 2009 20:46 |
|
Catatan : Ini merupakan tulisan pertama penulis yang dimuat dalam media. Tulisan ini diterbitkan oleh Warta Hindu Dharma Indonesia edisi Februari 2005. Tulisan ini ditulis beberapa hari setelah bencana Tsunami Aceh. Selamat membaca gaya penulisan seorang mahasiswa Hindu yang masih semester 4 kala itu.  Bencana Antara Cobaan, Peringatan dan Hukuman Oleh : Komang Agus Krisna Guna Seorang nabi pernah berkata mengenai jenis-jenis bencana, ia membagi bencana menjadi tiga menurut golongan kaum yang ditimpa bencana. Beliau berkata, "Sesungguhnya bencana yang diturunkan Tuhan untuk pengikut-pengikut setiaku hanyalah merupakan sebuah cobaan untuk menguji kesetiaan mereka, sedangkan bencana yang terjadi pada pengikutku yang lalai sesungguhnya adalah sebuah peringatan atas kelalaian mereka, dan bencana yang ditimpakan bagi orang-orang yang tidak mengikuti ajaranku, ketahuilah sesungguhnya bencana itu adalah hukuman atas kesesatan mereka." |
|
Selanjutnya...
|
|
Kamis, 27 Agustus 2009 01:32 |
|
Om sahana vavatu sahana bhunaktuSaha viryam karavavahai Tejasvinavadithamastu ma vidvisa vahai. Ya Tuhan semoga kami dapat belajar bersama, berkembang bersama, memperoleh pengetahuan bersama. Semoga tidak terjadi suatu kesalahpahaman di antara kami. Dan apabila terjadi sesuatu kesalahan secara sengaja atau tidak sengaja, semoga kami dapat saling memaafkan. A. Pendahuluan Dalam melaksanakan puja bhakti kepada Brahman, umat Hindu diberikan kebebasan untuk dapat mewujudkan bentuk sraddha tersebut. Secara |
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
|
|
Halaman 2 dari 9 |