|
Ditulis oleh komangakg
|
|
Selasa, 19 Mei 2009 07:37 |
|
Cerpen Gestok dan Loyalitas Seorang Pria merupakan true story yang ditulis untuk melihat sisi lain dari sejarah bangsa ini. Kisah nyata ini menggambarkan kejadian yang terjadi di sebuah desa kecil di pulau dewata. Kisah tentang seorang lelaki yang terlupakan oleh catatan sejarah. Cerpen ini dapat dibaca juga di blog pribadi penulis komangakg.blogspot.com atau komangakg.wordpress.com Inilah kisah selengkapnya: Gestok dan Loyalitas Seorang Pria Oleh : Komang AKG “Sebaiknya bli cepat pergi. Bli pulang saja ke Nusa Ceningan bersama istri dan anak-anak bli!” Saran Made Suratnya ketika mengetahui kalau Wayan Jetan belum juga meninggalkan Desa Melaya.
“Trimakasih De, tapi bli sudah melihat kalau bli akan mati disini.” Kata Wayan Jetan memastikan kalau dia benar-benar sudah siap mati. |
|
Selanjutnya...
|
|
|
Sabtu, 16 Mei 2009 14:27 |
 Disebut yadnya Çesa, dilaksanakan tiap hari, biasanya pada pagi atau siang hari, dan di senja hari. Sesajen disiapkan setelah menanak nasi, berupa masing-masing banten pekidih atau jotan sesuap nasi lengkap dengan lauk pauknya serba mungil, jumlahnya menurut keperluan. Diberikan kebebasan dalam menentukan berapa jumlah jotan, dapat berbeda bergantung kepada arti yang kita berikan kepada letak persembahannya, namun yang wajib ada tiga (3) sedangkan yang lain diambilkan dari yang paling lazim. Yang wajib adalah segehan untuk dipersembahkan di halaman merajan, di halaman rumah, dan di penunggu karang atau pintu utama. Selebihnya biasanya untuk di dapur, tempat penyimpanan air, tempat penyimpanan beras, dan sebagainya. |
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
Halaman 9 dari 9 |