|
Kamis, 09 Juli 2009 04:13 |
|
 1. ROKHANIAWAN HINDU Dalam Agama Hindu seorang Pemangku atau Pinandita dinyatakan sebagai rokhaniawan . Rokhaniawan artinya orang yang rokhani atau jiwanya telah disucikan. Karena itu sebagai rokhaniawan , seorang Pemangku seyogyanya mendalami pengertian rokhaniawan, sehingga yang bersangkutan bisa menempatkan diri dan melaksanakan tugas pekerjaannya sesuai dengan tingkat kesuciannya. Berdasarkan tingkat penyuciannya, rokhaniawan Hindu dapat dibedakan dalam dua golongan yaitu : 1. Rokhaniawan yang termasuk dalam golongan atau tingkatan Dwijati seperti Pedanda, Pandita, Sri Bhagawan, Empu, Rsi dan lain-lain yang pada umumnya dinamakan |
|
Selanjutnya...
|
|
|
Ditulis oleh I Gede Sudarsana (Mangku)
|
|
Senin, 08 Juni 2009 00:48 |
|
Kewajiban dari Pemangku/Pinandita sangat berkaitan erat dengan Pura dan Umat tempat Pemangku/Pinandita itu bertugas, adapun kewajibannya adalah:
• Menjaga kesucian lahir dan bhatin (pengendalian Panca Yama dan Nyama Brata). • Sebagai Sang Satya Vadi yaitu senantiasa mewartakan kebenaran dengan cara yang baik dan benar. • Selalu bhakti maring Sesuhunan, serta mengabdi pada umat (sesuai dengan ajaran Manawaseiva dan Madawaseiva). • Menyelesaikan upacara pujawali/piodalan alit di Pura tempatnya bertugas. • Pelaksanaan Bhuta Yadnya, beliau hanya dapat menyelesaikan sampai pada tingkat caru Panca Sata. |
|
Selanjutnya...
|
|
Senin, 08 Juni 2009 00:37 |
oleh: Darmayasa. Sejak dahulu kala, para leluhur bangsa Indonesia telah mengenal cara hidup vegetarian. Umumnya vegetarian dikenal sebagai cara orang-orang untuk mematangkan "ilmu" tertentu. Bahkan sekarang pun orang masih tetap beranggapan bahwa cara hidup vegetarian adalah cara yang "tidak normal", yang hanya dilakukan oleh orang-orang tua atau beberapa anak muda yang sedang "mematangkan ilmu", sedang mempelajari kerohanian, dan lain-lain semacam itu.
Dalam masyarakat Hindu di Indonesia, hanya sebagian kecil umat yang telah menyadari ke-"alami"-an cara hidup vegetarian sebagai seorang pemeluk agama Hindu. Mereka adalah orang-orang yang terkelompok dalam berbagai perkumpulan dan organisasi agama atau kerohanian. Dan |
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
Halaman 8 dari 9 |