|
Rabu, 22 Juli 2009 02:07 |
|
Tata Cara Sudhi Wadhani
Departemen Agama Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu dan Budha Tata Cara Pelaksanaan Sudhi Wadhani Sudhi Wadhani ialah upacara pengukuhan/pengesahan seseorang menganut Agama Hindu, yang di dasari keikhlasan tanpa paksaan. Bagi yang akan melaksanakan Sudhi Wadhani secara perseorangan maupun secara kolektif (massal) diwajibkan terlebih dahulu memenuhi persyaratan administrasi sebagai berikut: 1. Membuat surat pernyataan dengan isi pokok sebagai berikut:
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Ditulis oleh I Gede Sudarsana (Mangku)
|
|
Selasa, 14 Juli 2009 07:25 |
|
Dikisahkan, ada sebuah keluarga besar. Kakek dan nenek mereka merupakan pasangan suami istri yang tampak serasi dan selalu harmonis satu sama lain. Suatu hari, saat berkumpul bersama, si cucu bertanya kepada mereka berdua, "Kakek, Nenek, tolong beritahu kepada kami resep akur dan cara Kakek dan Nenek mempertahan cinta selama ini agar kami yang muda-muda bisa belajar." Mendengar pertanyaan itu, sesaat kakek dan nenek |
|
Selanjutnya...
|
|
Kamis, 09 Juli 2009 04:22 |
|
Makna Persembahan Saiban Lajimnya umat Hindu etnis Bali begitu usai memasak , maka akan langsung mempersembahkan sesaji yang dinamakan saiban atau lumrah disebut yadnya sesa. Disamping disebut saiban di beberapa daerah, saiban ini disebut dengan banten nasi. Banten saiban ini dibuat dengan alas tangkih berisi nasi, sayur, ikan atau daging dan garam atau apa yang dimasak telah dipakai bahannya. Sehubungan dengan banten saiban ini, bagi yang telah selesai memasak dan jika waktu mendesak kalau mau makan terlebih dahulu, maka sebelum menghaturkan sesajen sisihkan dulu sedikit nasi dan lauk pauknya agar jangan menghaturkan sesajen bekas atau sisa makanan yang sudah kita makan. Adapun makanan dan simbul yang terkandung dalam banten saiban , antara lain: (1) nasi sebagai symbol amerta (dharma) yang memiliki karakter satwam |
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
|
|
Halaman 7 dari 9 |