Mengucapkan:

 

SELAMAT HARI RAYA SARASWATI

DAN SELAMAT MENYAMBUT HARI RAYA NYEPI

Singa Si Raja Hutan dan tiga Sekawan PDF
Senin, 03 Agustus 2009 04:57

SINGA SI RAJA HUTAN DAN TIGA SEKAWAN

Pada suatu ketika, hiduplah seekor Singa yang bernama madotkata di sebuah hutan bersama dengan para pengikutnya, dia menjalin persahabatan dengan anjing hutan, burung gagak dan serigala. Namun , ketiga bintanang tersebut memiliki motif tertentu dibalik hubungan persahabatan. Mereka menyadari bahwa Singa adalah Raja hutan dan jika bersahabat dengan makhluk ganas tersebut maka mereka akan dilindungi oleh si raja huta . Untuk itu mereka sangat patuh dan melayani si raja Hutan dengan sebaik baiknya

Mereka tidak perlu bekerja keras untuk mendapatkan makanan mereka. Biasanya singa selalu memberikan sisa sisa makanannya kepada mereka. Disamping itu posisi mereka menjadi kuat apabila dekat dekat dengan raja hutan. Oleh sebab itu tiga sekawan melewati hari hari mereka dengan bahagia di samping Raja hutan. Suatu hari, seekor Unta, yang baru datang dari negeri yang jauh tersesat ke hutan dimana para kawanan tersebut tinggal. Dia berusaha keras untuk mencari jalan keluar hutan. Namun dia tidak berhasil.

Dalam waktu bersamaan, tiga sekawan tersebut sedang melewati jalan yang sama dimana unta tersesat. Ketika mereka melihat unta, seketika terbersit dalam pikiran mereka bahwa dia bukan penghuni hutan. Si anjing hutan berkata pada 2 temannya ,"ayo kita bunuh saja mereka dan memakannya". Serigala menjawab," Binatang ini sangat besar kita tidak bisa membunuhnya dengan mudah. Menurut saya kita harus memberitahu raja kita terlebih dahulu mengenai unta ini". Si burung gagak menyetujui ide yang disampaikan serigala. Setelah tercapai kesepakatan, mereka pergi untuk bertemu raja Singa.

Setelah bertemu raja, anjing hutan mendekati raja dan berkata," Paduka raja, seekor unta yang tidak dikenal dengan berani telah memasuki areal kerajaan tanpa ijin anda. Badannya sangat gemuk dan bisa memberikan makanan yang lesat buat kita. ,"ayo bunuh saja dia". Singa mengaum dengan keras ketika mendengar berita ini dan berkata,"apa yang kamu katakan? Seekor unta datang minta perlindungan ke kerajaanku. Tidaklah etis untuk membunuhnya justru kita harus memnyediakan penampungan buat dia. Pergilah dan bawa dia kepadaku. Ketiga sekawan sangat sedih ketika mendengar kata kata Raja.

Mereka dengan terpaksa pergi menemui Unta dan menyampaikan keinginan Singan yang ingin bertemu dengannya. Si Unta merasa takut demi mendengar tawaran aneh tersebut. Dia berpikir bahwa saat saat terakhirnya sudah akan datang dan sebentar lagi dia sudah akan menjadi santapan Singa. Dia merasa sudah tidak punya kesempatan untuk melarikan diri sehingga dia memutuskan untuk menemui Singa dan menyerahkan semuanya pada takdir. Ketiga sekawan kemudian mengantarkan unta ke tempat Singa berada. Singa sangat senang ketika bertemu Unta. Dia menyambutnya dengan ramah dan menjamin keselamatannya selama berada di dalam hutan.

Unta benar benar takjub demi mendengar kata kata Singa. Dia menjadi sangat senang dan memulai hidup barunya dengan anjing hutan, burung gagak dan serigala. Suatu hari ketika Singa sedang berburu makanan dia mendapat perlawanan sangat gigih dari seekor gajah besar. Singa menderita luka luka yang cukup parah dalam perkelahian tersebut dan tidak memperoleh makanan untuk dirinya. Merasa takut dengan nasib buruk yang akan menimpanya, Singa berusaha bertahan selama 4 hari tanpa makanan. Sementara itu teman-temannya sangat kelaparan selama 4 hari itu, karena mereka terbiasa tergantung pada hasil berburu Singa untuk makanan mereka. Namun Unta telah merasa puas dengan merumput disekeliling hutan.

Ketiga sekawan merasa kawatir dan membicarakan hal tersebut diabtara mereka. Begitu mencapai kesimpulan, mereka mendekati Singa dan berkata," paduka raja, anda semakin lemah dari hari ke hari. Kami tidak bisa melihat anda dalam kondisi seperti ini. Kenapa anda tidak membunuh saja Unta dan memakannya ?" Si Singa mengaum dengan keras,"tidak. Bagaimana kalian bisa memikirkanhal seperti itu ? dia tamu kita dan kita tidak boleh membunuhnya. Jangan pernah member saran seperti itu pada saya lagi di kemudian hari. Anjing hutan, burung gagak dan serigala melirik unta dengan pandangan sinis; mereka bertemu sekali lagi dan menyusun siasat untuk membunuh Unta.

Mereka mendatangi Unta dan berkata,"Temanku, kamu tahu raja kita sudah tidak makan apapun dalam beberapa hari ini. Dia tidak bisa berburu dikarenakan luka dan sakit yang dideritanya. Dalam situasi seperti ini sudah menjadi tugas kita untuk mengorbankan diri kita untuk menyelamatkan hidup raja. Datanglah bersama kami, kami akan menawarkan tubuh kami untuk santapannya". Sang Unta tidak mengerti rencana jahat mereka, namun dengan polos dia menyetujui rencana itu. Mereka mereka kemudian mendekati Raja

Pertama, Burung gagak maju kedapan dan berkata,"Paduka Raja, kami tidak berhasil memperoleh makanan untuk anda. Saya tidak bisa melihat anda seperti ini. Silahkan makanlah saya sebagai kewajiban saya untuk and ". Singa menjawab," Kawan, saya lebih baik mati daripada melakukan dosa seperti itu. Kemudian si Anjing Hutan maju dan berkata,"Paduka raja, Tubuh burung gagak terlalu kecil untuk memenuhi selera makan anda. Saya tawarkan diri saya untuk anda sebagai kewajiban saya untuk mempertahankan hidup anda. Singa dengan sopan menolak tawaran tersebut. Kemudia giliran serigala yang menawarkan dirinya untuk Raja.

Dan Serigalapun maju kedepan dan berkata,"Paduka Raja, Anjing Hutan terlalu kecil untuk memuaskan rasa lapar anda. Saya tawarkan diri saya untuk tugas itu. Ayo makanlah saya dan puaskan rasa laparmu". Setelah berkata seperti itu, dia bersujud didepan Singa. Tetap singa tidak membunuh salah satupun dari mereka. Unta, demi melihat semua adengan tersebut tanpa mempedulikan keselamatannya juga memutuskan untuk maju dengan penuh formalitas. Dia maju kedepan dan berkata,"paduka raja, mengapa anda tidak membunuh saya saja. Anda adalah teman saya. Pada saat seorang teman dalam kesusahan maka yang dia butuhkan adalah seorang teman sejati. Ijinkan saya untuk mempersembahkan badan saya untukmu. Singa menimbang bahwa penawaran untuk menjadikan tubuh Unta sebagai santapannya sangatlah tepat. Singa menyerang Unta seketika itu juga, mencabik tubuhnya menjadi berkeping keeping. Singa dan teman temannya menyantap tubh Unta dengan puas selama 4 hari

Moral : selalu waspada walau dengan teman sendiri

http://www.e-banjar.com/content/view/400/410/lang,en/

 
Monyet dan Suara Bel PDF
Senin, 03 Agustus 2009 04:52

MONYET DAN SUARA BEL

Pada suatu ketika, tinggallah seorang perampok di sebuah desa di tepi hutan. Suatu hari, dia mencuri bel dari sebuah candi dan berlari ke arah hutan. Suara bel terdengar oleh Seekor harimau dan dengan penasaran si harimau berusaha mencari sumber suara. Seketika, dia melihat siperampok, diapun melompat menyerang perampok dan membunuhnya sekaligus. Belnyapun jatuh ke tanah. Setelah beberapa hari, sekelompok monyet melewati jalan tersebut. Mereka memungut bel dari atas tanah dan membawanya ke rumah mereka.

Mereka merasakan suara bel tersebut sangat menarik. Kemudian satu persatu mereka merasa sangat menyukai suara bel dan mulai memainkannya. Setelah melalui hari hari yang melelahkan, di suatu malam monyet duduk di atas bukit di hutan dan menikmati suara merdu dari genta. Masyarakat desa ketakutan mendengar suara bising genta. Segera setelah itu, orang-orang desa menemukan tubuh perampok yang sudah menjadi mayat dan menyatakan, 'Pastilah ada roh jahat di sekitar sini yang ingin membunuh manusia dan kemudian membunyikan suara bell untuk merayakannya

Ketika orang-orang desa mendengar hal ini, mereka berpikir bahwa iblis iblis lagi berkeliaran di desa mereka. Tanpa berpikir dua kali, mereka mulai meninggalkan kota dengan ketakutan. Adalah seorang wanita yang cerdas dan berani tinggal di desa tersebut. Dia berpikir dalam hati, 'Saya tidak percaya bahwa para iblis sedang berkeliaran di desa. Saya akan mencari tahu siapa yang sedang membunyikan bel '. Pada larut malam, ia pergi ke dalam hutan dgn berani dan menemukan bahwa sekelompok monyet sedang bermain dan membunyikan bel.

Si wanita yang tahu mengenai rahasia dari bel tersebut, akhirnya pergi menghadap Raja dan berkata, Paduka Raja, Saya yakin roh jahat ini dapat ditaklukkan dengan berdoa kepada Tuhan. Tetapi ini akan membutuhkan biaya. Jika Anda dapat memberikan saya uang, saya akan membunuh para iblis dan membawa kebahagiaan di desa ini'. Raja, yang terlalu takut diserang oleh iblis memerintahkan untuk memenuhi permintaan perempuan tersebut.

Begitu menerima uang, perempuan tersebut membeli beberapa jenis kacang dan buah-buahan yang Ia susun menjadi sebuah persembahan kepada Tuhan. Kemudian Dia membuat lingkaran di atas tanah, meletakkan semua makanan dan mulai melakukan persembahan kepada Tuhan. Setelah ritual selesai, ia ambil semua makanan sisa persembahan dan membawanya ke dalam hutan. Semua buah-buahan dan lain lain di letakkan di bawah pohon di dekat bukit. Dan diapun memperhatikan gerak gerik monyet dari kejauhan.

Ketika monyet monyet tersebut melihat makanan, mereka menjatuhkan genta sebagaimana yang diharapkan oleh perempuan tua tersebut. Mereka berjalan untuk mengambil makanan. Wanita itu mengambil genta dengan cepat dan bergegas menuju desa. Dia menyerahkan bel pada Raja. Raja sangat puas dengan apa yang dilakukan oleh siwanita pemberani dan setiap orang desapun mengagumi keberanian siwanita. Raja yang senang memberikan hadiah atas keberanian wanita tersebut. Sejak hari itu, tidak ada lagi suara bising dan orang desapun tinggal dengan tenang dan bahagia.

Moral: Pertama jangan pernah merasa takut. Kecerdasan dan keberanian merupakan kunci sukses dari segalanya.

http://www.e-banjar.com/content/view/399/409/lang,en/

 
Harimau Tua dan Musafir Yang serakah PDF
Senin, 03 Agustus 2009 04:43

HARIMAU TUA DAN MUSAFIR YANG SERAKAH

Satu lagi Sebuah Cerita/cerita binatang menarik dari koleksi Hitopadesha. Pada Suatu hari, ada seekor harimau yang hidup di sebuah hutan. Dengan berlalunya waktu dia menjadi terlalu tua untuk berburu. Satu hari, harimau tua berjalan menyusuri pinggiran sebuah danau dan tiba-tiba, dia melihat sebuah gelang emas. Dengan cepat ia mengambilnya dan berpikir bahwa ia dapat menggunakannya sebagai alat untuk menangkap seseorang. ketika dia asyik berpikir, seorang musafir lewat dari seberang danau. Harimau berkata pada dirinya sendiri, wah makanan lesat' Dia merencanakan sebuah siasat untuk menjebak musafir tersebut. Dia memegang gelang di tangan dan berkata, 'Apakah Anda ingin mengambil gelang emas ini. Aku tidak memerlukannya '. Musafir ingin mengambil gelang emas itu, namun dia sempat ragu untuk mendekati harimaur. Dia tahu bahwa semuanya itu beresiko, namun ia ingin memiliki gelang emas itu. maka ia bertanya pada harimau tua, 'Bagaimana saya bisa percaya anda? Saya tahu anda adalah binatang buas yang akan membunuh saya

Si harimau tua dengan wajah tanpa dosa berkata, dengarlah musafir, ketika saya masih muda, saya memang jahat dan itu tak dpt dipungkiri, tetapi saya telah berubah setelah mendapatkan pencerahan dari seorang sannyasin. Saya telah meninggalkan semua sifat jahat dan kini saya seorang diri di dunia ini dan melibatkan diri dalam berbagai kegiatan, selain itu saya telah menjadi tua. Saya tidak punya gigi dan kuku jari saya sudah tumpul jadi tidak perlu kamu merasa takut pada saya. Musafir termakan oleh bujukan si harimau tua dan keinginannya untuk memiliki gelang emas seketika menghilangkan rasa takutnya pada si harimau tua.Dia melompat ke seberang danau untuk mendekati si harimau tua

Tetapi sebagaimana rencana harimau, musafir terperangkap di rawa. Ketika melihat ini, harimau tua pura pura ingin membantu dan berkata, 'Oh! Anda tidak perlu khawatir. Saya akan membantu Anda '. Secara perlahan dia datang ke arah musafir dan menangkapnya, ketika diseret keluar kubanagn si musafit berkata dalam hatinya. binatang buas yang berbicara sok suci telah memperdaya saya. binatang buas ya tetap binatang buas. andaikan saja saya tidak membiarkan ketamakan saya, saya masih dapat hidup '. Namun, ia terlambat; harimau membunuh musafir dan memakannya. Seperti inilah, musafir yang menjadi korban ketamakannya sendiri dan si harimau tua berhasil menjalankan rencana jahatnya

Moral: Ketamakan tidak akan pernah berlalu tanpa hukuman

http://www.e-banjar.com/content/view/396/406/lang,en/

 
Artikel Lain...
« MulaiSebelumnya123456789BerikutnyaAkhir »

Halaman 5 dari 9

Photo Galery

Photo Galery

Photo Galery

Photo Galery

Photo Galery

Sedang Online

Kami memiliki 1 Tamu online

Jumlah Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini34
mod_vvisit_counterKemarin30
mod_vvisit_counterMinggu ini128
mod_vvisit_counterBulan ini302
mod_vvisit_counterSeluruhnya7638

ChatBox

Pesan Terbaru: 20 minutes ago